blog*spot
get rid of this ad
PUISI MBELING ASLI DIJAMIN KEMPLING

PUISI MBELING ASLI DIJAMIN KEMPLING

puisi usil sajak kocak syair nyinyir cihuuuuuy [dimainkan oleh agustinus wahyono alias abang onoy. ayo, maaaaang]

Thursday, February 17, 2005

Kurasa ini Bukan Puisi, Nastasi

setelah tangismu tenggelamkan dirimu
dalam kesunyian matahari bulan kelabu
berbaur salah pengertian mengharubiru
tibatiba kau muncul, keluhkan kondisi raga
dan minta pertimbangan soal apa kata mereka
lantas bagaimana sebaiknya, bla bla bla

aku bukan dokter atau pun dukun hebat
tak punya resep, ramuan mujarab, atau nasehat

aku juga bukan dewan penasehat perusahaan
persoalan apa kata rekan kelak, tak bisa kudugakan

tapi tibatiba aku menjelma jadi sosok sok tahu
biarin orang bilang dasar tak punya malu
mumpung masih kau anggap aku tempat mengadu
seperti dulu
masamasa perkenalan kita yang lucu
maka kupakai saja anjurananjuran umum
misalnya jangan lupa obatnya diminum
atau, sudah makan atau belum
istirahat optimum, tak perlu maksimum

begitu saja kurasa beres
tak harus wesheweshewes

tak usah susahsusah pinjam buku kedokteran
supaya tidak lantas jadi kedok beneran

rembulan ditelan langit kelam, nastasi
gerimis masih menari di tepi lampu merkuri
komunikasi kecil kita ini telah beri arti
tetap menjadi jalinan silaturahmi
bukan simpan syak serta sakit di hati
meski lalai kuucap gongxi…
(waduh, kok malah bilang itu lagi)
dan lewati saat valentine belum lama ini
tanpa acara makan bakmi atau nasigoreng babi

kurasa ini bukan puisi
sekadar cara hindari keringnya gusi
daripada terjebak basabasi

percayalah, wahai nastasi
ini tetap bukan puisi, apalagi pil ekstasi

*******
babarsariyogya, 16 februari 2005

Wednesday, February 16, 2005

Mrongos dan Tahanan Politik 72

mrongos di depan domino malioboro
membuka lembaran fenomena oblong
masa jaya jangan takut bicara politik
masa jaman edan oblong anti orba
masa duka detik, editor, tempo
mahasiswa sembunyikan suara

mrongos unjuk gigitongos
setelah pasien rsj pakem ini maki
buat jingan bangsat!
ternyata penjahat kelamin buronan mertua
target operasi penegak hukum rimba radja blong !!!

mrongos bersama tahanan politik 72
mengajak bernostalgia secara limited

*******
babarsariyogya, 15 februari 2005

Badai Tropis

pak sultan jogja sungguh sakti
badaitropis disuap sayur lodeh
begitu kenyang, batal mampir di parangtritis
malah mengirim upeti untuk para nelayan

*******
babarsariyogya, 11 februari 2005

Wednesday, February 09, 2005

Angkat Cangkir Arak Kita

semerbak aroma garu terbakar
dari meja sesaji merahmeriah
semarak makanan dan buahbuahan
untuk para leluhur yang terhormat
sambut langkahku di muka pintu
untuk gabung dalam pestarayamu

selamat kongien, kawan
selamat hariraya imlek
gongxi fat choi* !

kuteringat aciang, acing, aling, ayin, aying,
aming, atok, ayung, acen, akuang, apuk
dan kawankawan kita lainnya
termasuk pak asu ** guru berhitung kita

masasilam yang senang
memang patut dikenang
tapi… ah
mari angkat cangkir arak kita
hangatkan persahabatan kita
bukan untuk mabuk lalu ngamuk

toast!

sekali lagi, selamat kongien, kawan!
semoga esok keuntungan kian bertambah lagi
jangan lupa hari ini, angpaunya dibagibagi
tapi kuminta seorang amoi cion saja
untuk jadi pendamping hidupku
satusatunya dan selamanya

hahahahaha !!!
baiklah, kita tenggak dulu arak kita
soal amoi cion, gampang nanti saja
jodoh tak lari ke mana

ayo tuang lagi
angkat lagi
tenggak lagi

selamat kongien, kawan !
pestamu telah bertabur bintang
makin makmurlah keluargamu

***
babarsariyogya, 8 februari 2005

*) ada juga yang bilang, “Kong xi Fa Chai” atau “Gong Xi Fa Chai”.
**) nama aslinya Suliyanto, panggilannya Asu

Sunday, January 18, 2004

Pagi Jogja Digoyang Shaggy Dog


cerlang suryatimur belum datang
jendela pagibeku jogja digoyang
dendang reggerancak shaggy dog

di sayidan di jalanan,
angkat sekali lagi gelasmu, kawan
di sayidan, di jalanan
tuangkan air kedamaian


segelas airjeruk panas
tiga keping tempe bacem
(sayangnya tidak ada jadahbakar)
terseduh dalam celotehan emprit

aku anggukanggukkan kepala
goyangkan kaki di bawah bangku
warung bubur kacang hijau langgananku

"angkat sekali lagi gelasmu, kawan."

baiklah, aku angkat gelasku, kawan
toast! ayo, ayo, teruskan lagumu, suaramu
jogja bergoyanggoyang di gelas kita

"di sayidan, di jalanan."

aku di babarsari, di warung
biarpun jauh sedikit, masih tetap jogja
masih tetap sama suasana paginya

dan bukan lagi di lesehan malioboro
yang angkaharganya makin melambung
dibumbui nyanyiannya kla project

"tuangkan air kedamaian."

ya, benar, air kedamaian
angkaharga pun damai
makin damai makin ramai

ya, meski aku tidak di jalan sayidan
kita tetap damai, kita tetap bisa minum
bukankah hidup ini cuma mampir minum?

yeaaah, angkat sekali lagi air kedamaian
tuangkan gelasmu di warung ini
biarkan kepala dan kaki bergoyang girang

pagi tak lagi beku, pagi telah melumer
pagi suka sekali kirimkan kedamaian
dalam hangat minuman kita, kawan

kedamaian pagi, bukan kegilaan pagi
bukan desing mesiu, bukan ledakan mortir
bukan tikaman belati, bukan sakit di hati

mari, mari, tuang lagi
teguk lagi, tenggak lagi
lihat, gairah prenjak memagut pagi

tuangkan air kedamaian itu
tumpahkan segenap kebahagiaan itu
kita bersulang tanpa campuran prasangka

biarlah kini senyummu berkembang
dari hati yang bersukacita beriaria
dibelai bungakata jogja berhati nyaman

yeaaah, jogja berhati nyaman cha cha cha
bergoyanggoyang dalam gelas perdamaian
aku sudah hampir menghabiskan…

ops! maaf… kranku minta dibuka

"di sayidan di jalanan."

tidak. tidak. kejauhan.
di kosku saja, di babarsari.
sebentar, aku harus bayar dulu

"tuangkan air…"

stoooop, kawan.
aku sudah tak tahan
silakan kalian lanjutkan bergoyang

: jogja senantiasa girangkan paginya

* * * * * * *
bumiimaji, 17 januari 2004, 05:35 WIB

Seperti Inilah Aku Mengenang Kami


seperti inilah aku mengenang kami:
kumbang!

kami dulu suka melakukan ini:
mencari kumbang pelubang kayujunjung sahang
memeriksa adakah pintu rumah kumbang lainnya
menyumpal batu pada pintu rumah lainnya
meraba keberadaannya dengan sebatang lidi
menjulurkan lidi melalui pintu rumahnya
mendengar gerutuannya dari tapa yang terusik
menarik lidi, membuka kotak korekapi
memasang setengah bukaan di muka pintunya
menggedornggedor tubuhrumahnya
menjebaknya dalam kotak korekapi
menunggu sekujur tubuh kumbang masuk
menutup lalu mengunci korekapi
mematahkan lalu menyelipkan lidi di korekapi
menyenggolnyenggol lidi pada pinggang kumbang
memaksa makiannya menjadijadi

kami tersenyum mendengar radio alam
dari gerutu makian kumbang

inilah radio suara kumbang berbahasa sengau

"ada berita apakah hari ini, kawan?"

sebentar. sabar. biar aku dengar baikbaik
mmmmm…ngeeeeeeengueeeeeng
nah, begini. situasi sedang ramai
seperti balap motor grandprix

"valentino rossi? capirosi?"

bukan. bukan. ini lain. ini situasi di sini. situsini.
balap memang balap. kejarmengejar. susulmenyusul
memperebutkan pintu keluar kegelapan
kegelapan yang diciptakan oleh entah siapa

"lantas, untuk apa?"

sekilas untuk membiasakan telinga berwarna
dada berdebar. alis menggaris kening. pikiran mengalir.

"mengalir ke mana?"

nah, itu dia! mengalir kemana!
seperti kusir yang mengendarai kudaliarbuta
seperti kudaliarbuta yang menapaki baraapi

"tapi ini kan kumbang?"

oh iya ya. kumbang ada dengung dan sengat.
kuda ada ringkik dan tendang.

"ayolah, isi beritanya apa lagi? ada ramalan bintang?"

tak ada ramalan bintang. adanya hanya harga sahang
harga sahang yang akhirnya harus ditetapkan oleh perda

"perda? peraturan daerah?"

bukan hanya itu. perda juga peraturan harga lada.
harus diatur supaya hargaharga tidak ngawur
tidak naik seenaknya, tidak turun ngelantur
maklum, banyak pesulap harga dan mutu sahang
naikturun dan mendengungdengungkan kabarkabur
seperti kumbang kalau di luar korekapi kita

"tapi kita kan anak kecil? kok ngurusi tugas orangbesar?"

ssssst… ini supaya anak kecil bisa belajar membeda
supaya kita tidak tertipu oleh anekasuara
dengungkumbang, ringkikkuda, dengkurkusir
auw!

"kenapa? kenapa?"

kupingku kena sundut buntutnya!

* * * * * * *
bumiimaji, 12 januari 2004

Wednesday, December 31, 2003

Tet! Brum! Sut! Duar!

Tet! Tet! Teeeeeet!
Brum! Brum! Bruuuum!

Jalan Malioboro padat sekali
Jalan babarsari lewatlewat saja

Tet! Tet! Teeeeeet!
Brum! Brum! Bruuuum!

Rumahku telah tertata aneka penganan
Besok 1 januari hari raya setelah natal

Tet! Tet! Teeeeeeeet!
Brum! Brum! Bruuuum!

Sudah tahun baru lagi?
Oh!

Suuuuuuuuuut! Duar! Duar!
(dari malioboro atau dari aceh?)

* * * * * * *
bumiimaji, 31 desember 2003

Tuesday, December 16, 2003

Pria Sejati

di jaman perempuan telanjang bergentayangan
sekarang ini ternyata sulit sekali jadi pria sejati

paling gampang dan segera adalah:
menjadi anjing!

kaing!
kaing!

*******
babarsariyogya, 18 juli 2003

Jatuh Cinta Padamu Buatku Gila

sayang,
jatuh cinta bisa buat gila
lupa diri berada di mana
maunya senantiasa bersama
entah kelak mau jadi apa
pokoknya berdua itu saja

sayang,
aku pun tengah begitu
runtuh kubuku tertinju
beribu palu rindu padamu
tidur dan makan jadi tak nafsu
inginnya berduaan melulu

sayang,
mungkin aku telah mabuk
pandang dirimu tak jua lapuk
susun hurufhuruf sajak terbentuk
mata menyayu tak mau ngantuk
serasa berdua semalamsuntuk

***
babarsariyogya, 30-03-2003

Kalau Tak Salah


kalau tak salah, aku pernah jatuh cinta padamu

oh iya? serius nih. kapan itu?

kalau tak salah, sebelum aku lahir.

ah, kamu suka bercanda

kalau tak salah, aku hanya suka berkhayal


*******
babarsariyogya, 18 juli 2003

Friday, November 21, 2003

Angin Ndableg

ah, angin, angin
kamu betulbetul ndableg
masih saja menghembusi kekasihku
dalam pelukanku

*******
babarsariyogya, 20 juli 2003